Minggu, 05 September 2021

Berubah Gegara Pandemi

Berubah Gegara Pandemi 

Berita Mengejutkan.

Kamis, 26 Maret 2020 tidak seperti biasanya, bel masuk lama terdengar. Yang terdengar penyampaian pengumuman agar dewan guru dan staf agar berkumpul di ruang guru. Ternyata ada instruksi khusus yang datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong yang akan disampaikan. "Bapak ibu guru dan staf yang saya hormati” kata ibu Kepala sekolah mengawali penyampaiannya. Hari ini berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong merupakan hari terakhir kita belajar secara tatap muka dengan anak-anak di sekolah. Untuk selanjutnya mulai besok hingga waktu yang belum ditentukan kita harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring berkaitan semakin merebaknya virus corona di Indonesia.

Untuk mengantisipasi menularnya wabah corona di antara kita, kita harus menerapkan 3 M. Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan Menjaga Jarak. Berkaitan wajib menerapkan protokol kesehatan tersebut maka pembelajaran daring harus dilaksanakan sesuai dengan Instruksi Bupati Rejang Lebong. “Silahkan bapak ibu menyampaikan perihal ini di kelasnya masing-masing sejelas-jelasnya.” Kata ibu Kepala Sekolah. “Di awal, dalam beberapa hari ini, silahkan anak diberi tugas, jangan lupa no whatsahap bapak ibu diberitahukan kepada siswa untuk mencatatnya. Melalui whatshap bapak-ibu pantau anak-anak. Dan terus jalin komunikasi dengan anak-anak dan orang tua dengan membuat WA group siswa dan WA grup dengan orang tua, sehingga seandainya dalam waktu 2 (dua) minggu yaang akan datang belum ada perkembangan yang baik, kita masih harus bekerja dari rumah, maka selanjutnya kita melaksanakan pembelajaran jarak jauh.” demikian lanjutnya

Teknik pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh akan dibahas setelah para guru  menyampaikan penjelasan mengenai pandemi covid ini dan kebijakan pembelajaran dari rumah di kelas dan siswa disepakati dipulangkan lebih awal. Selanjutnya  dibuat daftar piket guru yang hadir ke sekolah, dan yang lainnya melaksanakan pembelajaran dari rumah masing-masing. “Bapak ibu, selanjutnya kita bariskan anak-anak di halaman, akan saya sampaikan langsung pengumuman di depan anak-anak dari kelas 1 samapai kelas 6. Formasi seperti dalam pelaksanaan upacara bendera.” Kata ibu Kepala Sekolah mengakhiri penyampaiannya.

Usai penyampaian pengumumuman kepada seluruh siswa dilanjutkan dengan pemberian tugas belajar di rumah oleh guru kelas masing-masing siswa dipulangkan lebih awal. Selanjutnya seluruh dewan guru dan staf berkumpul di ruang guru untuk rapat menentukan kebijakan sehubungan dengan mewabahnya pandemi covid-19 tersebut. “Selanjutnya bapak ibu guru menentukan teknis pembelajaran jarak jauh dengan atau online dengan siswa. Kata kepala sekolah. Langkah pertama mengecek kepemilikan sarana komunikasi dalam hal ini hp android yang bisa mengakses internet, ada berapa siswa yang memiliki dan siswa yang belum meiliki. Bagi kelas tinggi bisa melaksanakan belajar online dengan aplikasi-aplikasi yang memungkinkan tatap muka secara online/daring. Ada tiga metode yang bisa kita lakukan dalam pembelajaran jarak jauh ini, yaitu: metode daring, luring dan kombinasi keduanya, kata kepala sekolah. Pelaksanaannya fleksibel sesuai dengan anak-anak kita. Bagi yang memiliki hp android dan tersedia kuota serta bisa mengakses aplikasi seperti zoom, google meet, google clasroom dsb ya silahkan secara daring. Bagi siswa yang belum mempunyai hp android maka belajar dilakukan secara luring dan guru bisa menyampaaikan tugas bagi siswa yang belum memilik hp sama sekali dengan kunjungan rumah. Dan model kombinasi akan kita lakukan melihat kondisi lapangan. Kita harus kreatif dan dituntut untuk tetap melaksanakan pembelajaran dalam situasi yang mengharuskan kita terpisah dengan para siswa.” kata kepala sekolah.

 

Perubahan Metode Pembelajaran

Pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka harus berubah menjadi pembelajaran jarak jauh. Guru dituntut harus memahami metode-metode pembelajaran jarak jauh. Guru harus kreatif membaca literasi digital. Tidak ada pelatihan-pelatihan mengenai pembelajaran jarak jauh di saat darurat seperti ini. Keadaan memaksa pengajar harus kreatif, harus berani mencoba menerapkan metode pembelajaran yang tepat sesuai kondisi yang dihadapi sehingga tuntutan kurikulum tercapai walau dalam keterbatasan.

Pembelajaran jarak jauh yang selanjutnya disebut PJJ adalah pembelajaran yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi, dan media lain. Dalam masa pandemi cvid-19 strategi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berdasarkan Surat Edaran Kemendikbud RI Nomor 15 tahun 2020 dapat dibagi ke dalam 3 (tiga) Metode pendekatan yaitu:

1.       Pembelajaran Jarak Jauh Metode Dalam Jaringan (Daring),

2.       Pembelajaran Jarak Jauh Metode Luar Jaringan (Luring), dan

3.       Pembelajaran Jarak Jauh Metode kombinasi antara Daring dan Luring (SE.Kemendikbud No.15 Thn 2020).

1.       Metode Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring)

Pembelajaran daring atau metode daring atau bisa disebut dalam jaringan, Metode pembelajaran yang satu ini dilaksanakan menggunakan bantuan teknologi jaringan internet secara full online. Metode daring adalah metode yangpertama kali disarankan oleh Kemendikbud untuk mengantisipasi aktivitas pembelajaran selama masa Pandemi Covid-19 ini. Pembelajaran daring dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah masing-masing mahasiswa, tanpa adanya pertemuan tatap muka secara langsung. Dikutip dari https://blog.ecampuz.com/Metode-pembelajaran-saat-pandemi/# yang diakses pada Jumat, tanggal 13 Agustus 2021 pada pukul 16.15 WIB. Metode daring (online) ini sangat direkomendasikan bagi perguruan tinggi yang berada pada zona merah. Dengan metode ini diharapkan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung secara optimal meskipun tidak ada pertemuan tatap muka sebagaimana kegiatan pembelajaran biasa. Mahasiswa dan dosen tetap mampu berinteraksi dari rumah masing-masing.

2.       Metode Pembelajaran Luar Jaringan (Luring)

Pengertian pembelajaran Luar Jaringan (Luring) penulis kutip dari https://www.amongguru.com/pembelajaran-daring-dan-luring-pengertian-ciri-ciri-serta-perbedaannya/. yang diakses pada Sabtu, tanggal 14 Agustus 2021 pada pukul 20.13 WIB. Metode pembelajaran Luring adalah kepanjangan dari “luar jaringan” sebagai pengganti kata offline. Kata “luring” merupakan lawan kata dari “daring”. Dengan demikian, pembelajaran luring dapat diartikan sebagai bentuk pembelajaran yang sama sekali tidak dalam kondisi terhubung jaringan internet maupun internet seperti dikutip dari https://www.gurunow.top/2020/07/media-dan-sumber-belajar-pembelajaran.html. yang diakses pada Minggu, 15 Agustus 2021 pukul 16.23 WIB.

3.       Metode Pembelajaran Kombinasi (Hybrid Learning)

Salah satu metode pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 adalah Hybrid Learning atau kombinasi antara metode daring dan metode luring. Hal ini sebagai alternatif karena banyak pihak merasa khawatir berkaitan dengan pembelajaran di masa transisi pandemi covid-19 terutama jika tidak disiapkan secara baik, tatap muka pembelajaran yang pernah diwacanakan berlangsung Januari 2021, karena dapat berpotensi menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Salah satu solusi yang ditawarkan guna meredam kekhawatiran tersebut adalah dengan menerapkan pembelajaran tatap muka berbasis sistem hybrid learning. Hybrid learning merupakan pembelajaran dengan sistem dalam jaringan (daring) yang dikombinasikan dengan pembelajaran dengan sistem pertemuan tatap muka. (https://www.kompas.com/edu/read/2020/12/21/183914971/hybrid-learning-solusi-kekhawatiran-belajar-tatap-muka-awal-tahun-2021?page=all  yang diakses pada hari Rabu, 18 Agustus 2021 pukul 16.30 WIB).

Hybrid Learning dilakukan guna meminimalisir dampak psikososial siswa. Bentuk pembelajarannya merupakan kombinasi antara pembelajaran secara tatap muka dengan pembelajaran secara daring. Hybrid Learning atau pembelajaran kombinasi daring dan luring yang dimaksud adalah pembelajaran tatap muka dilakukan secara bergiliran atau rotasi dengan jumlah siswa 50 persen. Misalnya, dari jumlah siswa 30 orang menjadi 15 orang per pertemuan tatap muka di kelas. Sebagian lainnya mengikuti kelas pembelajaran daring atau luring, dan bergantian. Pembelajaran tatap muka dalam hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan bagi anak-anak yang kesulitan melakukan PJJ.

 

Perubahan Media Pembelajaran

Pandemi Covid-19 muncul dan memberikan begitu banyak pengaruh dalam berbagai sektor. Salah satu sektor yang terdampak dan begitu terasa adalah sektor pendidikan. Berbagai kebijakan telah diterapkan oleh pemerintah untuk mengatasi pandemi ini. Adanya wabah virus Covid-19 di Indonesia mengubah kondisi pendidikan pada saat ini berada pada masa transisi dari sistem pembelajaran secara tatap muka berubah menjadi sistem pembelajaran daring. Pembelajaran daring dapat dilakukan menggunakan berbagai platform seperti Zoom Meeting, Google Meet, Google Clasroom atau media lainnya sebagai media pembelajaran. Penggunaan media tersebut sebagai media pembelajaran di harapkan dapat menjadi strategi sehingga tetap produktif dalam pembelajaran.

Namun ada berbagai konsekuensi dalam media pembeljaran daring ini di mana tidak sedikit yang memiliki keterbatasan pada akses internet secara ekonomi mapun letak geografis. Di sisi lain adanya ketidakseimbangan dan ketidaksiapan antara tuntutan dan kemampuan untuk mengatasi perubahan pada media pembelajaran, karena belum pernah diadakan pelatihan sebelumnya untuk proses pembelajaran daring ini. namun kita di tuntut untuk bisa dan terbiasa dalam beradaptasi dengan kondisi saat ini.

Namun di tengah wabah pandemi Covid-19 kemajuan teknologi yang serba digital memberikan peluang dalam meningkatkan kualitas pendidikan sehingga menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Dengan adanya transformasi media pembelajaran tersebut juga diharapkan dapat mendukung pemerintah untuk menekan laju perkembangan wabah Covid-19 di Indonesia.

 

Penilaian (Assesment) dalam Pembelajaran Online pada masa Pandemi Covid-19

Pelaksanaan pendidikan pada masa pandemi covid-19 di negara Indonesia selain berdampak pada pengalihan proses belajar konsvensioanl yang dilakukan secara tatap muka di dalam kelas menjadi proses belajar jarak jauh di mana peserta didik belajar di rumah masing- masing, juga mengharuskan para pendidik (guru/dosen) menggunakan model assesmen atau penilaian alternatif dari model penilaian yang biasa dilakukan dalam proses belajar tatap muka. Berikut adalah alternatif model assesmen atau penilaian yang dapat diterapkan pada masa pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19, yang juga mengacu pada rekomendasi pemerintah adalah sebagai berikut:

1. Tes Berbasis Daring

Tes berbasis Daring adalah tes yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi jaringan internet, dimana tes dapat dilakukan di manapun selama memiliki akses ke dalam jaringan internet. Pada dasarnya prinsip tes daring adalah sama sebagaimana tes konvensional pada umumnya, hanya saja yang menjadi perbedaan adalah media yang digunakan yang menggunakan jaringan internet. Tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dengan menggunakan cara atau aturan yang telah ditentukan (Arikunto, 2012:67).

 Kelemahan tes daring ini, tingkat objektifitasnya diragukan, karena anak bisa jadi membuka buku, membuka google dalam menjawab pertanyaan atau bahkan oraang tuanya yang mengerjakan.

2. Portofolio

Alternatif kedua adalah penilaian portofolio. Pengertian portofolio berasal dari dua kata, yaitu port, singkatan dari report yang berarti laporan dan folio yang berarti penuh atau lengkap. Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Sedangkan pengertian portofolio secara terminologi adalah kumpulan karya siswa yang disusun secara sistematis dan terorganisir sebagai hasil dari usaha pembelajaran yang telah dilakukannya dalam kurun waktu tertentu. Dalam hal ini, penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya peserta didik secara individu pada satu kurun waktu untuk suatu mata pelajaran.

3. Penilaian Diri (Self Asessment)

Dan yang ketiga sebagai penilaian alternatif masa pandemi covid-19 adalah penilaian diri (self asessment). Menurut Sudaryono (2012:92) penilaian diri (self assessment) adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Dengan penilaian diri pseserta didik akan terlatih untuk memonitor dan mengevaluasi pikiran dan tindakan mereka sendiri dan mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan dirinya untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Adapun tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar, sehingga penilaian ini berfungsi sebagai penilaian yang mendukung penilaian yang biasa digunakan.

Penilaian  diri  juga  berfungsi  sebagai  salah  satu teknik untuk menilai kompetensi sikap peserta didik, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan   dan   Kebudayaan   RI   No.   66   Tahun 2013 tentang standar penilai pendidikan. Penilaian diri menjadi salah satu teknik penilaian yang dapat berperan dalam membentuk karakter peserta didik. Sedangkan manfaat dari penilaian diri adalah:

1.       Penilaian diri memberikan reinforcement terhadap kemajuan proses belajar peserta didik;

2.       Penilaian diri dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab pada diri peserta didik;

3.       Penilaian diri dapat menggali nilai-nilai spiritual, moral, sikap bahkan aspek motorik dan kognitif peserta didik;

4.       Penilaian diri membangun karakter jujur pada diri siswa.

Demikian beberapa alternatif asesmen pada masa pandemi Covid-19 dengan diterapkannya proses pembelajaran jarak jauh.

 

Perubahan Gaya Belajar

Ada perubahan gaya belajar positif dimana siswa menjadi lebih aktif dan kreatif, ada juga perubahan negatif dimana terjadi penurunan motivasi belajar pada diri siswa. Pendidik (guru dan dosen) adalah kunci utama sebagai penentu perubahan gaya belajar di masa pandemi covid-19 ini dan dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam membangun minat dan motivasi belajar siswa. Disamping itu teknologi juga perlu terus ditingkatkan kualitasnya sebagai sarana terpenting yang mendukung proses tersebut. Pemerintah diharapkan tidak menutup mata terhadap masalah yang terjadi terkait dengan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh.

 

Perubahan Perilaku Anak

Pandemi covid-19 memaksa pembatasan aktivitas sosial, ekonomi, keagamaan termasuk kegiatan pembelajaran. Penutupan beberapa fasilitas umum, arena olahraga, pertokoan dan sekolah-sekolah dilakukan secara online memberi dampak perilaku anak selama pandemi covid-19. Perubahan perilaku tersebut disebabkan karena adanya proses pembelajaran dilakukan berbeda dari sebelum adanya pandemi ini. Sebelumnya dilakukan dengan tatap muka hingga akhirnya harus dengan daring. Karena tidak semua anak bisa melakukan pembelajaran dengan lancar. Banyak sekali kendala yang dihadapi setiap anak hingga merubah perilaku anak.

Karena tidak semua anak itu bisa sendiri dalam melaksanakan pembelajaran daring, ada yang dipandu orang tua, ada juga yang orang tuanya bekerja, sehingga pembelajaran daring menjadi terhambat atau tidak efektif, nah itu membuat anak menjadi mogok belajar, dan bisa berubah mencari kesenangan dengan memainkan game yang ada di gagdetnya masa bodoh dengan tugas yang harus diselesaikannya.

Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap psikis anak, karena sebelumnya anak menerima pembelajaran itu langsung secara bersama-sama dengan teman-temannya hingga pada akhirnya menerima pembelajaran sendiri secara daring. Perbedaan itu membuat anak merasa berat mengerjakan tugas-tugasnya. Apalagi ada yang terkendala koneksi internet dan keterbatasan kemampuan menggunakan gadget. Akhirnya menjadi terganggu psikhisnya bisa menjadi pemarah, kesal ataupun kecewa.


Biodata Penulis

 

Basuki, lahir di Desa Peniron Kec.Pejagoan Kab.Kebumen Jawa Tengah. Menempuh pendidikan dari jenjang Pendidikan Dasar sampai Perguruan Tinggi, sebagai berikut: SDN Peniron I, SMPN 3 Kebumen, SPGN Kebumen (Jawa Tengah), DII Universitas Bengkulu, S1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu, dan Pasca Sarjana di Universitas Bengkulu. Beralamat di Jln.Lingkar PP Nurul Kamal Ds.Karang Jaya Kec.Selupu Rejang Kab.Rejang Lebong Prov.Bengkulu. Berkarir sebagai tenaga pendidik sejak September 1994 hingga sekarang. Di pertengahan September 2016 dipercaya Pemerintah sebagai tenaga pendidik dan bertugas di SD Negeri 22 Rejang Lebong Provinsi Bengkulu sebagai guru kelas. Bersyukur bisa bergabung dengan Diklat Penulisan Buku Antologi yang diselenggarakan oleh MJW Education dibawah bimbingan motivator nasional Bapak Akbar Zainudin, sehingga bisa ikut serta menulis Antologi ini dan termotivasi untuk belajar dan terus belajar menulis. Terima kasih, semoga bermanfaat. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  PESAN-PESANMU PENYEMANGAT PENGABDIANKU (The Power of Teaching)     Profesi Guru Kata guru ada yang mengartikan diguru lan ditiru...