Jumat, 26 Maret 2021

Metode Hybrid Learning dalam Pembelajaran Jarak Jauh di masa pandemi covid-19

 Salah satu Metode pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 adalah Hybrid Learning atau kombinasi antara Metode daring dan Metode luring. Hal ini sebagai alternatif karena banyak pihak merasa khawatir berkaitan dengan pembelajaran di masa transisi pandemi covid-19 terutama jika tidak disiapkan secara baik, tatap muka pembelajaran di Januari 2021 berpotensi menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Salah satu solusi yang ditawarkan guna meredam kekhawatiran tersebut adalah dengan menerapkan pembelajaran tatap muka berbasis sistem hybrid learning. Seperti termuat dalam https://www.kompas.com/edu/read/2020/12/21/183914971/hybrid-learning-solusi-kekhawatiran-belajar-tatap-muka-awal-tahun-2021?page=all yang diakses pada hari Kamis, 10 Maret 2021 pukul 9.30 WIB. Hybrid learning merupakan pembelajaran dengan sistem daring yang dikombinasikan dengan pertemuan tatap muka untuk beberapa jam.

Hybrid learning dilakukan guna meminimalisir dampak psikososial siswa. Ada juga yang menganggap hybrid learning sama halnya dengan blended learning. Bentuk pembelajarannya merupakan kombinasi antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring. Hybrid yang dimaksud adalah pembelajaran tatap muka dilakukan secara rotasi dengan jumlah siswa 50 persen. Misalnya, dari jumlah siswa 30 orang menjadi 15 orang per pertemuan tatap muka di kelas. Sisanya mengikuti kelas pembelajaran daring atau luring, dan bergantian. Pembelajaran tatap muka dilakukan untuk memberi kesempatan bagi anak-anak yang kesulitan melakukan PJJ.

Penerapan hybrid learning sama seperti dengan pembelajaran yang dilakukan selama ini, yaitu dimulai dengan persiapan, antara lain sebagai berikut:

a.       Media pembelajaran yang digunakan.

Adapun media Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring sesuai dengan Surat Edaran nomor 15 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran corona virus disease (covid-19), antara lain: dapat menggunakan gawai (Gadget) maupun laptop dengan aplikasi teleconverence dengan memanfaatkan beberapa aplikasi ViCon seperti google meet, zoom, facebook messenger meeting, Cisco Webex Meeting, Whatsapp video call dan yang lainnya. Sedangkan Learning Management System (LMS) yang dapat digunakan dalam pembelajaran daring diantaranya Moodle, Google Classroom, dan Microsoft office 365.

Kemudian secara luring dapat memanfaatkan media pembelajaran berupa modul belajar mandiri, buku paket, lembar kerja peserta didik (LKPD), bahan ajar cetak, alat peraga, televisi, koran dan media belajar dari benda atau alam sekitar. Pelaksanaan pembelajaran Metode kombinasi daring-luring (Hybrid) sebagian besar siswa menggunakan portal belajar online. Adapun portal belajar dan aplikasi daring yang dapat digunakan seperti dalam http://pusdatin.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2020/05/PANDUAN-PEMBELAJARAN-JARAK-JAUH-BELAJAR-DIRUMAH-MASA-C-19.pdf yang diakses pada hari Kamis, 10 Maret 2021 pukul 10.50 WIB sebagai berikut:

-          Rumah belajar dengan mengakses https://belajar.kemdikbud.go.id

-          Kelas Pintar dengan mengakses: https://kelaspintar.id

-          Sekolah Online Ruangguru Gratis dengan mengakses: https://sekolahonline.ruangguru.com

-          Gratis belajar online Sekolahmu dengan mengakses: https://www.sekolah.mu/tanpabatas

-          TV edukasi Kemendikbud dapat diakses melalui http://tve.kemdikbud.go.id/live

-          Guru Berbagi yang dapat diakses melalui http://guruberbagi.kemdikbud.go.id

-          Suara edukasi Kemendikbud yang dapat diakses melalui https://suaraedukasi.kemdikbud.go.id

-          Video pembelajaran Kemendikbud yang dapat diakses melalui http://video.kemdikbud.go.id

-          https://sahabatkeluarga.kemdikbud,go.id

-          Buku sekolah elektronik yang dapat diakses melalui https://bse.kemdikbud.go.id

-          Sumber bahan ajar siswa SD, SMP, SMA, dan SMK yang dapat diakses melalui https://sumberbelajar.seamolec.org

-          Jurnal daring Kemendikbud yang dapat diakses melalui https://perpustakaan.kemdikbud.go,id/jurnal-kemendikbud

-          Informasi penanganan COVID-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang dapat diakses melalui https://covid19.go.id

-          Portal informasi pendidikan Kemendikbud selama COVID-19 yang dapat diakses melalui http://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id

b.       Materi dan Penjadwalan Pembelajaran Jarak jauh.

Dalam proses pembelajaran kombinasi daring-luring (Hybrid) ini, sekolah mengatur pembelajaran antara lain sebagai berikut :

-          Guru memetakan materi pelajaran yang penting sesuai tingkat kesulitan dan keluasan yang harus dilakukan pembelajaran tatap muka virtual, dengan penugasan online dan cukup dengan offline.

-          Sekolah maksimal online dalam sehari selama 6 jam pelajaran, kecuali hari jumat hanya 3 jam pelajaran, dengan diselingi istirahat 10 menit setiap jam, dengan memperhatikan fleksibilitas waktu.

-          Pelaksanaan hybrid learning dapat dilaksanakan dengan pembagian peserta pembelajaran dalam satu kelas dibagi menjadi dua shift. Untuk minggu pertama misal shift A pembelajaran tatap muka shift B pembelajaran secara daring. Sebaliknya pada minggu kedua shift A pembelajaran secara daring shift B pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka dilakukan secara langsung di dalam kelas.

-          Penjadwalan tugas guru dalam satu minggu kurang lebih untuk tatap muka virtual atau melalui video 8 jampel, pemantauan dan penilaian tugas online selama 8 jampel dan penilaian dan tugas offline 8 jampel.

-          Peserta didik mengikuti pembelajaran online maksimal 3 jam pelajaran setiap hari, kecuali hari jumat 2 jam pelajaran dengan diselingi istirahat 10 menit setiap jam. Penyelesaian tugas ofline menyesuaikan jenis tugas dan materi.

-          Sekolah dapat melaksanakan pembelajaran online serentak untuk mapel yang sama untuk satu jenjang kelas dan bergantian untuk untuk mapel berbeda atau kelas berbeda.

c.       Sarana dan prasarana yang harus disiapkan sekolah

Sarana prasarana yang harus disiapkan sekolah untuk penerapan Metode Kombinasi Daring-Luring (Hybrid), sebagai berikut:

-          Sekolah memiliki komputer atau laptop dalam kondisi baik sejumlah 2/3 jumlah guru yang akan digunakan untuk pembelajaran .

-          Memiliki sambungan internet dengan kapasitas yang cukup untuk kegiatan pebelajaran.

-          Memiliki jaringan listrik yang memadai.

-          Sekolah mempersiapkan kurikulum pembelajaran Metode kombinasi daring-luring (Hybrid)

d.       Kapabelitas yang harus dimiliki Guru

-          Guru memiliki gadget / gawai android atau laptop untuk proses pembelajaran kombinasi daring-luring (Hybrid).

-          Guru mampu mengoperasikan gawai atau laptop untuk mengakses dan mengelola LMS pembelajaran.

-          Guru mampu membuat video pembelajaran sebagai media pembelajaran daring atau mengadopsi dan mengadaptasi dari internet

-          Guru memiliki Silabus dan RPP pembelajaran kombinasi daring- luring (Hybrid) yang akan digunakan untuk pembelajaran.

-          Guru membuat modul pembelajaran untuk pembelajaran kombinasi daring-luring (Hybrid) dengan memetakan materi daring-luring.

e.       Akses sarana PJJ yang harus dimiliki Peserta Didik sebagai berikut:

-          Peserta didik memiliki gawai/gadget atau laptop untuk mengakses LMS yang digunakan sekolah, untuk penggunaan kombinasi daring-luring (Hybrid) sesuai jadwal.

-          Peserta didik memiliki wifi atau minimal kuota yang cukup untuk mengakses pembelajaran kombinasi daring-luring (Hybrid).

-          Peserta didik memiliki sambungan listrik yang cukup untuk pembelajaran.

-          Semua peserta didik dapat mengakses modul belajar mandiri, buku paket, lembar kerja peserta didik (LKPD), bahan ajar cetak, alat peraga, media elektronik dan media pembelajaran benda yang disediakan sekolah untuk proses pembelajaran kombinasi daring- luring (Hybrid)

f.        Pendampingan yang harus dilakukan orang tua sebagai berikut.

-          Orang tua peserta didik memfasilitasi gawai/gadget atau laptop untuk proses pembelajaran kombinasi daring-luring (Hybrid).

-          Orang tua peserta memfasilitasi wifi atau minimal kuota untuk proses pembelajaran kombinasi daring-luring (Hybrid).

-          Orang tua peserta didik mengetahui jadwal pembelajaran kombinasi daring-luring (Hybrid) serta memantau penggunaan gawai / HP yang tidak semestinya oleh anak.

-          Orangtua peserta didik memantau dan mengarahkan peserta didik dalam belajar sesuai panduan pendampingan yang disampaikan sekolah.

-          Orang tua mendampingi siswa untuk mengakses modul belajar mandiri, buku paket, lembar kerja peserta didik(LKPD), bahan ajar cetak, alat peraga, media elektronik dan media pembelajaran benda yang disediakan sekolah untuk proses pembelajaran kombinasi daring-luring (Hybrid)

g.       Komunikasi guru dengan orang tua dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

-          Guru dan orang tua dapat berkomunikasi secara ViCon, telepon maupun chat, melalui grup maupun personal menggunakan whatsapp atau aplikasi lainnya.

-          Orangtua juga dapat berkomunikasi langsung ke sekolah dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

-          Komunikasi orangtua dapat dapat dilakukan kepada guru mata pelajaran, wali kelas atau BK tentang permasalahan siswa, bahan ajar maupun tugas anak.

h.       Supervisi oleh Kepala Sekolah.

-          Kepala sekolah melakukan pemantauan setiap saat dan melakukan supervisi pelaksanaan pembelajaran kombinasi daring-luring (Hybrid) minimal satu kali dalam satu semester, untuk semua mapel.

-          Supervisi dilakukan dengan masuk langsung dalam aplikasi yang digunakan guru dalam proses pembelajaran atau melihat disamping guru diluar jaringan.

Kegiatan supervisi ini bisa dibantu oleh guru yang diberi tugas, dengan instrumen yang sudah disiapkan sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  PESAN-PESANMU PENYEMANGAT PENGABDIANKU (The Power of Teaching)     Profesi Guru Kata guru ada yang mengartikan diguru lan ditiru...