Kamis, 25 Maret 2021

Pembelajaran Jarak Jauh Metode Luring

 

    Metode Pembelajaran Luar Jaringan (Luring)

Pengertian pembelajaran Luar Jaringan (Luring) penulis kutip dari https://www.amongguru.com/pembelajaran-daring-dan-luring-pengertian-ciri-ciri-serta-perbedaannya/. yang diakses pada tanggal 10 Maret 2021 pada pukul 8.53 WIB. Metode pembelajaran Luar Jaringan atau Luring adalah kepanjangan dari “luar jaringan” sebagai pengganti kata offline. Kata “luring” merupakan lawan kata dari “daring”. Dengan demikian, pembelajaran luring dapat diartikan sebagai bentuk pembelajaran yang sama sekali tidak dalam kondisi terhubung jaringan internet maupun internet.

Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas buat pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protokol ketat new normal.

Dalam metode yang satu ini, siswa akan diajar secara bergiliran (shift model) agar menghindari kerumunan. Model pembelajaran Luring ini disarankan oleh Mendikbud untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pendemi ini.

Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak berbelit saat disampaikan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup baik bagi mereka yang kurang memiliki sarana dan prasarana mendukung untuk sistem daring.

Sebelum pembelajaran dilaksanakan guru dianjurkan untuk menyiapkan RPP dan menyiapkan bahan ajar, jadwal dan penugasan kemudian mengirimkannya ke peserta didik atau orang tua sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengikuti protokol kesehatan. Kemudian memastikan semua peserta didik telah mendapatkan lembar jadwal dan penugasan, serta mengkondisikan waktu pengambilan tugas setiap sekali sepekan di akhir minggu atau disebarkan melalui media komunikasi yang tersedia.

Pada saat pembelajaran luring guru dibantu orang tua atau wali dari peserta didik dengan jadwal dan penugasan yang telah diberikan dengan cara berkolaborasi. Guru juga dapat melakukan kunjungan ke rumah peserta didik untuk melakukan pengecekan dan pendampingan belajar namun tetap wajib melakukan prosedur pencegahan penyebaran Covid-19 serta tetap melaksanakan doa bersama sebelum melaksanakan pembelajaran.

Setelah kegiatan pembelajaran guru memastikan setiap peserta didik mengisi lembar aktivitas sebagai bahan pemantauan belajar harian. Guru orang tua atau wali dari peserta didik memberikan tanda tangan pada sesi belajar yang telah tuntas di lembar pemantauan harian, memastikan penugasan diberikan sesuai jadwal dan meminta untuk dikumpulkan setiap akhir minggu sekaligus mengambil jadwal dan penugasan untuk pekan berikutnya. Dikutip dari
https://riaupos.jawapos.com/pendidikan/06/09/2020/237672/strategi-guru-dalam-memfasilitasi-pembelajaran-luring.html yang diakses pada hari Kamis, 10 Maret 2021 pukul 22.05 WIB

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Metode Luar Jaringan (Luring), antara lain :

a.       Media dan sumber pembelajaran .

Menurut Surat Edaran Kemendikbud RI No.15 tahun 2020 bahwa Media dan Sumber Belajar Pembelajaran Luring Pembelajaran di rumah secara luring dalam masa BDR dapat dilaksanakan melalui: a. televisi, contohnya Program Belajar dari Rumah melalui TVRI; b. radio; c. modul belajar mandiri dan lembar kerja; d. bahan ajar cetak; dan e. alat peraga dan media belajar dari benda dan lingkungan sekitar.

b.       Sarana dan prasarana yang harus disiapkan sekolah.

Sarana dan prasarana (Sarpras) yang harus dipersiapkan sekolah untuk pembelajaran Luring Penuh diantaranya modul belajar mandiri, buku paket, lembar kerja peserta didik (LKPD), bahan ajar cetak, buku kegiatan siswa, dan media pembelajaran benda.

c.       Kapabelitas Guru.

Kapabelitas yang           harus    dimiliki  guru      dalam pembelajaran metode Luring adalah:

-          Memiliki silabus dan RPP pembelajaran PJJ luring

-          Menyediakan media pembelajaran berupa modul belajar mandiri, buku kegiatan siswa, lembar kerja peserta didik (LKPD), bahan ajar cetak, dan menentukan media pembelajaran benda yang sesuai dengan mata pelajarannya.

d.       Sarana yang dimiliki siswa.

Sarana pembelajaran jarak jauh (PJJ) Metode Luring yang sebaiknya dimiliki peserta didik adalah televisi, radio, koran atau majalah, media lain atau lingkungan yang sesuai dengan mata pelajarannya.

e.       Pendampingan yang harus dilakukan orang tua.

Pendampingan orang tua dalam dalam pembelajaran Luring Penuh adalah memastikan semua anak dapat mengakses modul belajar mandiri, buku paket, lembar kerja peserta didik (LKPD), bahan ajar cetak, alat peraga, dan media pembelajaran benda dan lingkungan yang sesuai dengan mata pelajarannya.

f.        Komunikasi guru dengan orang tua.

Komunikasi guru dengan orang tua masih bisa menggunakan HP/gawai melalui telepon, SMS atau WA, karena Metode Luring hanya untuk pembelajaran. Komunikasi juga bisa kunjungan orang tua ke sekolah sambil memfasilitasi pengambilan modul belajar mandiri, buku paket, lembar kerja peserta didik (LKPD), bahan ajar cetak, dan alat peraga yang disediakan sekolah.

g.       Penjadwalan Pembelajaran Jarak Jauh.

Dalam proses pembelajaran Luring Penuh ini, sekolah mengatur pembelajaran sebagai berikut : Online hanya untuk komunikasi dengan orang tua (kalau dimungkinkan dengan Whatsapp atau telepon). Seluruh materi dan pembelajaran dilakukan secara offline dengan sistem PJJ, dengan mengutamakan aktivitas yang bermakna dari peserta didik tanpa harus menyelesaikan ketuntasan kurikulum.

h.       Supervisi oleh Kepala Sekolah.

Kepala sekolah melakukan lebih sering dan menekankan pada pemantauan setiap saat. Pelaksanaan supervisi pembelajaran Metode Luring penuh minimal satu kali dalam satu semester untuk semua mapel. Supervisi bersifat pemantauan hanya melihat LKPD, hasil kerja siswa dan cara penilaian guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  PESAN-PESANMU PENYEMANGAT PENGABDIANKU (The Power of Teaching)     Profesi Guru Kata guru ada yang mengartikan diguru lan ditiru...