Berubah
Gegara Pandemi
Berita Mengejutkan.
Kamis, 26 Maret 2020 tidak seperti biasanya, bel masuk lama
terdengar. Yang terdengar penyampaian pengumuman agar dewan guru dan staf agar
berkumpul di ruang guru. Ternyata ada instruksi khusus yang datang dari Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong yang akan disampaikan.
"Bapak ibu guru dan staf yang saya hormati” kata ibu Kepala sekolah
mengawali penyampaiannya. Hari ini berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong merupakan hari terakhir kita belajar
secara tatap muka dengan anak-anak di sekolah. Untuk selanjutnya mulai besok
hingga waktu yang belum ditentukan kita harus melaksanakan pembelajaran jarak
jauh atau pembelajaran daring berkaitan semakin merebaknya virus corona di
Indonesia.
Untuk mengantisipasi menularnya wabah corona di antara
kita, kita harus menerapkan 3 M. Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di
air mengalir, dan Menjaga Jarak. Berkaitan wajib menerapkan protokol kesehatan
tersebut maka pembelajaran daring harus dilaksanakan sesuai dengan Instruksi
Bupati Rejang Lebong. “Silahkan bapak ibu menyampaikan perihal ini di kelasnya
masing-masing sejelas-jelasnya.” Kata ibu Kepala Sekolah. “Di awal, dalam beberapa
hari ini, silahkan anak diberi tugas, jangan lupa no whatsahap bapak ibu
diberitahukan kepada siswa untuk mencatatnya. Melalui whatshap bapak-ibu pantau
anak-anak. Dan terus jalin komunikasi dengan anak-anak dan orang tua dengan
membuat WA group siswa dan WA grup dengan orang tua, sehingga seandainya dalam
waktu 2 (dua) minggu yaang akan datang belum ada perkembangan yang baik, kita
masih harus bekerja dari rumah, maka selanjutnya kita melaksanakan pembelajaran
jarak jauh.” demikian lanjutnya
Teknik pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh akan dibahas
setelah para guru menyampaikan
penjelasan mengenai pandemi covid ini dan kebijakan pembelajaran dari rumah di
kelas dan siswa disepakati dipulangkan lebih awal. Selanjutnya dibuat daftar piket guru yang hadir ke
sekolah, dan yang lainnya melaksanakan pembelajaran dari rumah masing-masing. “Bapak
ibu, selanjutnya kita bariskan anak-anak di halaman, akan saya sampaikan
langsung pengumuman di depan anak-anak dari kelas 1 samapai kelas 6. Formasi
seperti dalam pelaksanaan upacara bendera.” Kata ibu Kepala Sekolah mengakhiri
penyampaiannya.
Usai penyampaian pengumumuman kepada seluruh siswa
dilanjutkan dengan pemberian tugas belajar di rumah oleh guru kelas
masing-masing siswa dipulangkan lebih awal. Selanjutnya seluruh dewan guru dan
staf berkumpul di ruang guru untuk rapat menentukan kebijakan sehubungan dengan
mewabahnya pandemi covid-19 tersebut. “Selanjutnya bapak ibu guru menentukan
teknis pembelajaran jarak jauh dengan atau online dengan siswa. Kata kepala
sekolah. Langkah pertama mengecek kepemilikan sarana komunikasi dalam hal ini
hp android yang bisa mengakses internet, ada berapa siswa yang memiliki dan
siswa yang belum meiliki. Bagi kelas tinggi bisa melaksanakan belajar online
dengan aplikasi-aplikasi yang memungkinkan tatap muka secara online/daring. Ada
tiga metode yang bisa kita lakukan dalam pembelajaran jarak jauh ini, yaitu:
metode daring, luring dan kombinasi keduanya, kata kepala sekolah.
Pelaksanaannya fleksibel sesuai dengan anak-anak kita. Bagi yang memiliki hp
android dan tersedia kuota serta bisa mengakses aplikasi seperti zoom, google
meet, google clasroom dsb ya silahkan secara daring. Bagi siswa yang belum
mempunyai hp android maka belajar dilakukan secara luring dan guru bisa
menyampaaikan tugas bagi siswa yang belum memilik hp sama sekali dengan
kunjungan rumah. Dan model kombinasi akan kita lakukan melihat kondisi
lapangan. Kita harus kreatif dan dituntut untuk tetap melaksanakan pembelajaran
dalam situasi yang mengharuskan kita terpisah dengan para siswa.” kata kepala
sekolah.
Perubahan Metode Pembelajaran
Pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka
harus berubah menjadi pembelajaran jarak jauh. Guru dituntut harus memahami
metode-metode pembelajaran jarak jauh. Guru harus kreatif membaca literasi
digital. Tidak ada pelatihan-pelatihan mengenai pembelajaran jarak jauh di saat
darurat seperti ini. Keadaan memaksa pengajar harus kreatif, harus berani
mencoba menerapkan metode pembelajaran yang tepat sesuai kondisi yang dihadapi
sehingga tuntutan kurikulum tercapai walau dalam keterbatasan.
Pembelajaran
jarak jauh yang selanjutnya disebut PJJ adalah pembelajaran yang peserta
didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber
belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi, dan media lain. Dalam masa
pandemi cvid-19 strategi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berdasarkan Surat
Edaran Kemendikbud RI Nomor 15 tahun 2020 dapat dibagi ke dalam 3 (tiga) Metode
pendekatan yaitu:
1. Pembelajaran
Jarak Jauh Metode Dalam Jaringan (Daring),
2. Pembelajaran
Jarak Jauh Metode Luar Jaringan (Luring), dan
3. Pembelajaran
Jarak Jauh Metode kombinasi antara Daring dan Luring (SE.Kemendikbud No.15 Thn
2020).
1. Metode
Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring)
Pembelajaran
daring atau metode daring atau bisa disebut dalam jaringan,
Metode pembelajaran yang satu ini dilaksanakan menggunakan bantuan teknologi
jaringan internet secara full
online. Metode daring adalah metode yangpertama kali
disarankan oleh Kemendikbud untuk mengantisipasi aktivitas pembelajaran selama
masa Pandemi Covid-19 ini. Pembelajaran daring dilakukan dengan memanfaatkan
fasilitas yang ada di rumah masing-masing mahasiswa, tanpa adanya pertemuan
tatap muka secara langsung. Dikutip dari https://blog.ecampuz.com/Metode-pembelajaran-saat-pandemi/# yang diakses pada Jumat, tanggal 13 Agustus 2021 pada pukul 16.15 WIB. Metode daring (online)
ini sangat direkomendasikan bagi perguruan tinggi yang berada pada zona merah.
Dengan metode ini diharapkan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung secara
optimal meskipun tidak ada pertemuan tatap muka sebagaimana kegiatan
pembelajaran biasa. Mahasiswa dan dosen tetap mampu berinteraksi dari rumah
masing-masing.
2. Metode
Pembelajaran Luar Jaringan (Luring)
Pengertian
pembelajaran Luar Jaringan (Luring) penulis kutip dari https://www.amongguru.com/pembelajaran-daring-dan-luring-pengertian-ciri-ciri-serta-perbedaannya/. yang diakses pada Sabtu, tanggal 14 Agustus 2021 pada pukul 20.13 WIB. Metode pembelajaran Luring adalah kepanjangan dari “luar jaringan” sebagai pengganti kata offline. Kata “luring” merupakan
lawan kata dari “daring”. Dengan demikian, pembelajaran luring dapat diartikan sebagai
bentuk pembelajaran yang sama sekali tidak dalam kondisi terhubung jaringan
internet maupun internet seperti dikutip dari https://www.gurunow.top/2020/07/media-dan-sumber-belajar-pembelajaran.html. yang diakses pada Minggu, 15 Agustus 2021 pukul 16.23 WIB.
3. Metode
Pembelajaran Kombinasi (Hybrid Learning)
Salah satu metode pembelajaran jarak jauh di masa
pandemi Covid-19 adalah Hybrid Learning
atau kombinasi antara metode daring dan metode luring. Hal ini sebagai
alternatif karena banyak pihak merasa khawatir berkaitan dengan pembelajaran di
masa transisi pandemi covid-19 terutama jika tidak disiapkan secara baik, tatap
muka pembelajaran yang pernah diwacanakan berlangsung Januari 2021, karena
dapat berpotensi menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.
Salah satu solusi yang ditawarkan guna meredam
kekhawatiran tersebut adalah dengan menerapkan pembelajaran tatap muka berbasis
sistem hybrid learning. Hybrid learning merupakan pembelajaran
dengan sistem dalam jaringan (daring) yang dikombinasikan dengan pembelajaran dengan sistem pertemuan tatap muka. (https://www.kompas.com/edu/read/2020/12/21/183914971/hybrid-learning-solusi-kekhawatiran-belajar-tatap-muka-awal-tahun-2021?page=all yang diakses
pada hari Rabu, 18 Agustus 2021 pukul 16.30
WIB).
Hybrid
Learning dilakukan guna meminimalisir
dampak psikososial siswa. Bentuk pembelajarannya merupakan kombinasi antara
pembelajaran secara tatap muka dengan pembelajaran secara daring. Hybrid Learning atau pembelajaran
kombinasi daring dan luring yang dimaksud adalah pembelajaran tatap muka
dilakukan secara bergiliran atau rotasi dengan jumlah siswa 50 persen.
Misalnya, dari jumlah siswa 30 orang menjadi 15 orang per pertemuan tatap muka
di kelas. Sebagian lainnya mengikuti kelas pembelajaran daring atau luring, dan
bergantian. Pembelajaran tatap muka dalam hal ini dilakukan untuk memberi
kesempatan bagi anak-anak yang kesulitan melakukan PJJ.
Perubahan Media Pembelajaran
Pandemi
Covid-19 muncul dan memberikan begitu banyak pengaruh dalam berbagai sektor.
Salah satu sektor yang terdampak dan begitu terasa adalah sektor pendidikan.
Berbagai kebijakan telah diterapkan oleh pemerintah untuk mengatasi pandemi
ini. Adanya
wabah virus Covid-19 di Indonesia mengubah kondisi pendidikan pada saat ini
berada pada masa transisi dari sistem pembelajaran secara tatap muka berubah
menjadi sistem pembelajaran daring. Pembelajaran
daring dapat dilakukan menggunakan berbagai platform seperti Zoom Meeting,
Google Meet, Google Clasroom atau media lainnya sebagai media
pembelajaran. Penggunaan media tersebut sebagai media pembelajaran di harapkan
dapat menjadi strategi sehingga tetap produktif dalam pembelajaran.
Namun ada
berbagai konsekuensi dalam media pembeljaran daring ini di mana tidak sedikit
yang memiliki keterbatasan pada akses internet secara ekonomi mapun letak
geografis. Di
sisi lain adanya ketidakseimbangan dan ketidaksiapan antara tuntutan dan
kemampuan untuk mengatasi perubahan pada media pembelajaran, karena belum
pernah diadakan pelatihan sebelumnya untuk proses pembelajaran daring ini.
namun kita di tuntut untuk bisa dan terbiasa dalam beradaptasi dengan kondisi
saat ini.
Namun di
tengah wabah pandemi Covid-19 kemajuan teknologi yang serba digital memberikan
peluang dalam meningkatkan kualitas pendidikan sehingga menghasilkan lulusan
yang unggul dan berdaya saing. Dengan adanya transformasi media pembelajaran
tersebut juga diharapkan dapat mendukung pemerintah untuk menekan laju
perkembangan wabah Covid-19 di Indonesia.
Penilaian (Assesment)
dalam Pembelajaran Online pada masa Pandemi Covid-19
Pelaksanaan
pendidikan pada masa pandemi covid-19 di negara Indonesia
selain berdampak pada pengalihan proses belajar konsvensioanl yang dilakukan
secara tatap muka di dalam kelas menjadi proses belajar jarak jauh di mana
peserta didik belajar di rumah masing- masing, juga mengharuskan
para pendidik (guru/dosen) menggunakan model assesmen
atau penilaian alternatif dari model penilaian yang biasa dilakukan dalam
proses belajar tatap muka. Berikut adalah alternatif model assesmen atau
penilaian
yang dapat diterapkan pada masa pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19, yang juga mengacu pada rekomendasi pemerintah
adalah sebagai berikut:
1. Tes Berbasis Daring
Tes
berbasis Daring adalah
tes yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi jaringan internet,
dimana tes dapat dilakukan di manapun
selama memiliki akses ke dalam jaringan internet. Pada dasarnya prinsip tes daring adalah sama sebagaimana tes konvensional pada
umumnya, hanya saja yang menjadi perbedaan adalah media yang digunakan yang menggunakan jaringan internet.
Tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur
sesuatu dengan menggunakan cara atau aturan yang telah ditentukan (Arikunto, 2012:67).
Kelemahan tes daring ini, tingkat objektifitasnya
diragukan, karena anak bisa jadi membuka buku, membuka google dalam menjawab
pertanyaan atau bahkan oraang tuanya yang mengerjakan.
2. Portofolio
Alternatif kedua adalah penilaian
portofolio. Pengertian portofolio berasal dari dua kata, yaitu port, singkatan dari report yang berarti laporan dan folio yang berarti penuh atau lengkap. Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang
didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan
peserta didik dalam satu
periode tertentu. Sedangkan pengertian
portofolio secara terminologi adalah kumpulan karya siswa yang disusun secara
sistematis dan terorganisir sebagai hasil dari usaha pembelajaran yang telah
dilakukannya dalam kurun waktu tertentu. Dalam hal ini, penilaian portofolio pada dasarnya menilai
karya-karya peserta didik secara individu pada satu kurun waktu untuk suatu
mata pelajaran.
3. Penilaian Diri (Self Asessment)
Dan yang ketiga sebagai penilaian alternatif masa pandemi covid-19 adalah
penilaian diri (self
asessment). Menurut Sudaryono (2012:92) penilaian diri (self assessment) adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status,
proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata
pelajaran tertentu. Dengan penilaian diri pseserta didik akan terlatih untuk
memonitor dan mengevaluasi pikiran dan tindakan mereka sendiri dan
mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan dirinya untuk mencapai hasil belajar
yang diinginkan. Adapun tujuan utama dari
penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil
belajar, sehingga penilaian ini berfungsi sebagai penilaian yang mendukung
penilaian yang biasa digunakan.
Penilaian
diri
juga
berfungsi
sebagai
salah
satu teknik untuk menilai kompetensi sikap peserta didik, sebagaimana
dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan RI
No. 66 Tahun 2013 tentang standar penilai pendidikan. Penilaian diri menjadi salah
satu teknik penilaian yang dapat berperan dalam membentuk karakter peserta
didik. Sedangkan
manfaat dari penilaian diri adalah:
1.
Penilaian diri memberikan reinforcement terhadap kemajuan proses belajar peserta didik;
2.
Penilaian diri dapat menumbuhkan rasa percaya diri
dan tanggung jawab pada diri peserta didik;
3.
Penilaian diri dapat menggali nilai-nilai
spiritual, moral, sikap bahkan aspek motorik dan kognitif peserta didik;
4.
Penilaian diri membangun karakter jujur pada diri siswa.
Demikian beberapa alternatif asesmen pada masa pandemi Covid-19 dengan diterapkannya proses
pembelajaran jarak jauh.
Perubahan Gaya Belajar
Ada perubahan
gaya belajar positif dimana siswa menjadi lebih aktif dan kreatif, ada juga
perubahan negatif dimana terjadi penurunan motivasi belajar pada diri siswa. Pendidik (guru dan dosen)
adalah kunci utama sebagai penentu perubahan gaya belajar di masa pandemi
covid-19 ini dan dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam membangun minat dan
motivasi belajar siswa. Disamping itu teknologi juga perlu terus ditingkatkan
kualitasnya sebagai sarana terpenting yang mendukung proses tersebut.
Pemerintah diharapkan tidak menutup mata terhadap masalah yang terjadi terkait
dengan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran daring atau pembelajaran
jarak jauh.
Perubahan Perilaku Anak
Pandemi covid-19
memaksa pembatasan aktivitas sosial, ekonomi, keagamaan termasuk kegiatan
pembelajaran. Penutupan beberapa fasilitas umum, arena olahraga, pertokoan dan
sekolah-sekolah dilakukan secara online memberi dampak perilaku anak selama
pandemi covid-19. Perubahan perilaku tersebut disebabkan karena adanya proses
pembelajaran dilakukan berbeda dari sebelum adanya pandemi ini. Sebelumnya
dilakukan dengan tatap muka hingga akhirnya harus dengan daring. Karena tidak
semua anak bisa melakukan pembelajaran dengan lancar. Banyak sekali kendala
yang dihadapi setiap anak hingga merubah perilaku anak.
Karena tidak semua
anak itu bisa sendiri dalam melaksanakan pembelajaran
daring, ada yang dipandu orang tua, ada juga yang orang tuanya bekerja,
sehingga pembelajaran daring menjadi terhambat atau tidak efektif, nah itu
membuat anak menjadi mogok belajar, dan bisa berubah
mencari kesenangan dengan memainkan game yang ada di gagdetnya masa bodoh
dengan tugas yang harus diselesaikannya.
Hal tersebut sangat
berpengaruh terhadap psikis anak, karena sebelumnya anak menerima pembelajaran
itu langsung secara bersama-sama dengan teman-temannya hingga pada akhirnya
menerima pembelajaran sendiri secara daring. Perbedaan itu membuat anak merasa berat
mengerjakan tugas-tugasnya. Apalagi ada yang terkendala koneksi internet dan
keterbatasan kemampuan menggunakan gadget. Akhirnya menjadi terganggu psikhisnya bisa menjadi pemarah, kesal ataupun
kecewa.
Biodata Penulis
Basuki, lahir di Desa
Peniron Kec.Pejagoan Kab.Kebumen Jawa Tengah. Menempuh pendidikan dari jenjang
Pendidikan Dasar sampai Perguruan Tinggi, sebagai berikut: SDN Peniron I, SMPN
3 Kebumen, SPGN Kebumen (Jawa Tengah), DII Universitas Bengkulu, S1 Universitas
Muhammadiyah Bengkulu, dan Pasca Sarjana di Universitas Bengkulu. Beralamat di
Jln.Lingkar PP Nurul Kamal Ds.Karang Jaya Kec.Selupu Rejang Kab.Rejang Lebong
Prov.Bengkulu. Berkarir sebagai tenaga pendidik sejak September 1994 hingga
sekarang. Di pertengahan September 2016 dipercaya Pemerintah sebagai tenaga
pendidik dan bertugas di SD Negeri 22 Rejang Lebong Provinsi Bengkulu sebagai
guru kelas. Bersyukur bisa bergabung dengan Diklat Penulisan Buku Antologi yang
diselenggarakan oleh MJW Education dibawah bimbingan motivator nasional Bapak
Akbar Zainudin, sehingga bisa ikut serta menulis Antologi ini dan termotivasi
untuk belajar dan terus belajar menulis. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Aamiin